Dewan Kehormatan PWI
Gd Dewan Pers Lt IV
Jalan Kebon Sirih 34
Jakarta, 10110
Telp : 021-3453131
Fax : 021-3453175
Kebebasan Pers atau Kebablasan Pers
Kamis, 09 September 2010Search :
Rajawali Citra Televisi IndonesiaKOMPASPikiran Rakyat
Oleh : Samsuri/parasindo.com
Tak Ada 'Mimpi' Menuju Somasi 'Republik'
Selasa, 20 Maret 2007
Wimar Witoelar punya pertanyaan bagus untuk Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan A. Djalil. Pertanyaan yang muncul di acara Wimar's World yang disiarkan stasiun televisi JakTV itu kurang lebih begini: "Jika Republik Mimpi dianggap buruk, apakah menyomasinya juga sesuatu yang baik bagi demokrasi kita?"
Selengkapnya...
Oleh : By: Maya Susiani
TV Penyihir Konsumsi Anak
Kamis, 01 Maret 2007
Tak dapat dielakkan lagi, era pasar bebas saat ini telah merasuk ke seluruh sendi kehidupan. Dengan perluasan dan integrasi pasar yang semakin masif, ia telah berhasil mengubah pola hidup masyarakat. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penguatan perilaku konsumtif masyarakat, termasuk perilaku konsumtif di kalangan anak-anak. Kita bisa melihat sendiri, anak-anak semakin rakus membeli barang tanpa mampu paham mengapa ia harus membelinya. Nah, media yang paling tepat digunakan untuk membentuk penguatan perilaku konsumtif anak adalah televisi (TV). Kotak ajaib ini sekarang benar-benar telah menjadi penyihir yang sangat memabukkan anak-anak.
Selengkapnya...
Oleh : Redaksi
Dekriminalisasi Oleh Pers
Kamis, 17 April 2003
Belakangan ini Dewan Kehormatan (DK) - PWI banyak menerima keluhan dari berbagai pihak dalam masyarakat tentang tanyangan televisi yang menyangkut kriminalitas. Seperti kita saksikan setiap siang hari sekitar pukul 11.00 wib – 12.00 WIB beberapa stasiun televisi menayangkan BUSER, SERGAP, PATROLI dan lain-lain.
Selengkapnya...
Oleh : Drs. Gunawan Subagio
Wartawan Bukan ?Dewa?
Rabu, 15 Januari 2003
Profesionalitas para jurnalis kita pada umumnya masi memperihatinkan. Coba kita lihat beberapa pewawancara televisi. Kebanyakan diantaranya menempatkan diri tidak sebagai pewawancara tetapi seolah-olah sebagai seorang Jaksa.
Selengkapnya...
 
 Kode Etik Harga Mati